Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
KONSEP
DASAR DAN ASPEK-ASPEK GEOMORFOLOGI
Disusun oleh
WA ODE EMIRIA SRIKANDI NDANGI
471 417 015
WA ODE EMIRIA SRIKANDI NDANGI
471 417 015
Dosen
Pengampu:
Intan Noviantari Manyoe .S.Si,M.T
Intan Noviantari Manyoe .S.Si,M.T
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI
GORONTALO
2018
1.Konsep
Dasar Geomorfologi
Untuk mempelajari geomorfologi di perlukan dasar
pengetahuan yang baik dalam bidang klimatologi,geografi,geologi serta sebagian ilmu
fisika dan kimia yang mana berkaitan erat dengan proses dan pembentukan muka
bumi.secara garis besar proses pembentukan muka bumi menganut azas
berkelanjutan dalam bentuk daur geomorfik (geomorphic cycles) yang
meliputi pembentukan daratan oleh gaya dari
dalam bumi (endogen),proses penghancuran atau pelapukan karena pengaruh luar atau gaya eksogen.proses
pengendapan dari hasil penghancuran muka bumi (agradasi) dan kembali terangkat
karena tenaga endogen.Demikian seterusnya merupakan siklus geomorfologi yang
ada dalam skala waktu sangat lama.
Ada 10 konsep dasar geomorfologi meliputi:
1)
Hukum dan proses
fisika yang bekerja saat ini bekerja pada waktu yang lampau meskipun tidak
dengan intensitas yang sama .
Hal ini mengandung pengertian bahwa hukum dan prose fisika yang bekerja saat ini telah bekerja sejak waktu geologi meskipun dengan daya kehebatan yang berbeda.
Hal ini mengandung pengertian bahwa hukum dan prose fisika yang bekerja saat ini telah bekerja sejak waktu geologi meskipun dengan daya kehebatan yang berbeda.
Dalam prinsip “uniformitarisme”
dari james Hutton di komunikasikan bahwa hokum dan proses fisik yang
berlangsung pada waktu lampau sama dengan yang bekerja saat ini.Pada
kenyataanya hukum dan proses fisik itu masing-masing mempunyai intensitas yang
berbeda.
2)
Struktur geologi
merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam perkembangan bentuk permukaan
muka bumi.
Pada setiap daerah akan memperlihatkan struktur geologi masing-masing dimana struktur geologi ini akan berubah-ubah menurut tingkat kedewasaannya.Dengan sendirinya perkembangan bentuk permukaan bumi ini akan dapat dilihat melalui struktur geologi yang berkembang pula.Struktur Geologi, dikenal dengan kekar,sesar serta lipatan.
Pada setiap daerah akan memperlihatkan struktur geologi masing-masing dimana struktur geologi ini akan berubah-ubah menurut tingkat kedewasaannya.Dengan sendirinya perkembangan bentuk permukaan bumi ini akan dapat dilihat melalui struktur geologi yang berkembang pula.Struktur Geologi, dikenal dengan kekar,sesar serta lipatan.
· Kekar(joint)
Rekahan/patahan pada lapisan batuan yang terjadi akibat pengaruh
gaya-gaya endogen baik tekanan maupun tarikan, tanpa mengalami perpindahan
tempat.
Jenis
Kekar
v Kekar Gerus (Shear
Joint) adalah
Kekar pada batuan yang terjadi akibat tekanan
v Kekar Tarik (Tension
Joint) adalah
Kekar pada batuan yang terjadi akibat tarikan
·
Sesar (Faults)
Rekahan/patahan pada lapisan batuan yang terjadi akibat pengaruh
gaya-gaya endogen baik tekanan maupun tarikan dan mengalami baik tekanan maupun tarikan
dan mengalami perpindahan tempat/dislokasi/pergeseran.
Jenis Sesar
v Sesar Normal/Turun
(Normal/Gravity fault)
v Sesar Naik(Reverse/Thrust
Fault)
v Sesar
Mendatar / Geser (Horizontal /Strike-slip Fault)
v Sembul(Horst)
v Terban(Graben)
·
Lipatan (Folds)
Struktur lapisan batuan sedimen berbentuk lipatan/ gelombang/lengkungan
yang terbentuk akibat gaya endogen berupa tekanan.
Jenis Lipatan
v Lipatan Tegak/Setangkup (Upright
Fold / Symmetrical Fold)
v Lipatan Tidak
Setangkup (Asymmetrical Fold)
v Lipatan Miring /
Menggantung (Inclined Fold / Overturned Fold)
v Lipatan Rebah (Recumbent
Fold)
v Antiklin (Anticline)
v
Sinklin (Syncline)
3) Relief
muka bumi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya boleh jadi karena derajat pembentukannya juga berbeda derajat
Alasan utama gradasi pada permukaan bumi terjadi secara berbeda adalah batuan pada kerak Bumi memiliki ragam litologi dan struktur dan oleh karena itu menyebabkan perbedaan resistensi dalam proses gradasi. Perbedaan pada komposisi dan struktur batuan tercermin tidak hanya pada variasi geomorfologi secara regional tetapi juga pada topografi lokal.
Selain litologi dan struktur ada juga faktor lain yang mempengaruhi seperti suhu, kelembaban, ketinggian, mikroklimatik, dan jumlah vegetasi yang menutupi permukaan. Pengaruh-pengaruh ini akan tampak pada intensitas pengendapan, laju penguapan, jumlah embun tanah, dan sebagainya.
Alasan utama gradasi pada permukaan bumi terjadi secara berbeda adalah batuan pada kerak Bumi memiliki ragam litologi dan struktur dan oleh karena itu menyebabkan perbedaan resistensi dalam proses gradasi. Perbedaan pada komposisi dan struktur batuan tercermin tidak hanya pada variasi geomorfologi secara regional tetapi juga pada topografi lokal.
Selain litologi dan struktur ada juga faktor lain yang mempengaruhi seperti suhu, kelembaban, ketinggian, mikroklimatik, dan jumlah vegetasi yang menutupi permukaan. Pengaruh-pengaruh ini akan tampak pada intensitas pengendapan, laju penguapan, jumlah embun tanah, dan sebagainya.
4) .Proses-proses
geomorfologi akan meninggalkan bekas-bekas yang nyata pada bentangalam dan
setiap proses geomorfologi akan membentuk bentuk bentangalam dengan
karakteristik tertentu (meninggalkan jejak yang
spesifik yang dapat di bedakan dengan proses lainnya secara jelas
5)
Karena ada perbedaan
tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi,maka di hasilkan urutan bentuk
permukaan bumi yang mempunyai karakteristik
sesuai dengan tingkat perkembangannya
Erosi adalah peristiwa pengikisan benda padat yang ada di alam semesta biasanya berupa sedimen, tanah, batuan, dan lain-lain akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan.
sesuai dengan tingkat perkembangannya
Erosi adalah peristiwa pengikisan benda padat yang ada di alam semesta biasanya berupa sedimen, tanah, batuan, dan lain-lain akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan.
6) Evolusi Geomorfik yang kompleks lebih umum terjadi
dibandingkan dengan evolusi geomorfik yang sederhana (perkembangan bentuk muka
bumi umumnya sangat kompleks/rumit,jarang yang di sebabkan oleh proses yang
sederhana. Biasanya kebanyakan detail topografi
dibuat dari proses selama siklus erosi, sangat jarang kumpulan bentang alam
yang terbentuk dari satu proses geomorfologi. Horberg (1952) mengelompokkan
interpretasi bentang alam dalam 5 kategori utama : sederhana (produk dari
satu proses geomorfologi yang utama), campuran (produk dari dua atau lebih
proses geomorfologi baik dipermukaan seperti angin dan gletser maupun di bawah
permukaan seperti sesar dan larutan air bawah tanah), monosiklik (menghasilkan
jejak hanya dari satu siklus erosi, lebih sedikit dibanding multisiklik),
multisiklik (menghasilkan jejak lebih dari satu siklus erosi), dan resurrected landscapes. Selain itu ada konsep tambahan
yaitupolyclimatic landscapes, yaitu banyak bentang alam
yang berkembang dalam kondisi lebih dari satu kondisi iklim bersamaan
dengan variasi kondisi dominan pada proses geomorfologi. Resurrected landscapes adalah
bentang alam yang terbentuk selama periode waktu geologi yang lalu, kemudian
terkubur di bawah yang ditutupi oleh batuan sedimen atau beku.
7) Sedikit
topografi Bumi lebih tua daripada Tersier dan kebanyakan tidak ada yang lebih
tua daripada Pleistosen”.
Ashley (1931) memperkirakan setidaknya 90 persen daratan yang ada sekarang terbentuk pada post-Tersier dan mungkin sekitar 99 persen terbentuk pada post-tengah Miosen. Contohnya seperti pegunungan Himalaya pertama terlipat pada zaman Kapur dan hampir seluruh topografi seperti sekarang terbentuk pada Pleistosen
Ashley (1931) memperkirakan setidaknya 90 persen daratan yang ada sekarang terbentuk pada post-Tersier dan mungkin sekitar 99 persen terbentuk pada post-tengah Miosen. Contohnya seperti pegunungan Himalaya pertama terlipat pada zaman Kapur dan hampir seluruh topografi seperti sekarang terbentuk pada Pleistosen
8) Interpretasi secara tepat terhadap bentang lahan
sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa memerhatikan perubahan perubahan iklim
dan geologi selama masa pleistosen
(pengenalan bentang lahan sekarang harus memerhatikan proses yang
berlangsung pada zaman pleistosen).
Gletser dan diastropishm adalah kejadian yang signifikan pada Plesitosen yang mempengaruhi bentang alam yang kita jumpai pada masa kini.Diastropishm berperan pada pembentukan bentang alam disekitar batas lempeng laut pasifik. Gletser yang terjadi pada Plesitosen salah satunya berefek pada arus yang terjadi pada sungai Ohio dan Missouri yang kita lihat sekarang. Air lelehan dari zaman es diperkirakan berefek pada permukaan Bumi seluas 10.000.000 m2.
Gletser dan diastropishm adalah kejadian yang signifikan pada Plesitosen yang mempengaruhi bentang alam yang kita jumpai pada masa kini.Diastropishm berperan pada pembentukan bentang alam disekitar batas lempeng laut pasifik. Gletser yang terjadi pada Plesitosen salah satunya berefek pada arus yang terjadi pada sungai Ohio dan Missouri yang kita lihat sekarang. Air lelehan dari zaman es diperkirakan berefek pada permukaan Bumi seluas 10.000.000 m2.
9) Apresiasai iklim-iklim dunia amat perlu untuk
mengetahui secara benar dari berbagai kepentingan di dalam proses-proses
geomorfologi yang berbeda (dalam mempelajari bentang lahan secara global /skala
dunia,pengetahuan tentang iklim global perlu di perhatikan).
Ragam iklim dapat mempengaruhi operasi dari proses geomorfologi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh secara tidak langsung adalah seperti iklim yang berpengaruh terhadap jumlah, jenis, dan distribusi tumbuhan yang menutupi bentang alam. Pengaruh secara langsung adalah seperti jumlah dan jenis pengendapan, intensitasnya, hubungan antara pengendapan dan penguapan, rentang suhu harian, dan kecepatan dan arah angin.
Ragam iklim dapat mempengaruhi operasi dari proses geomorfologi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh secara tidak langsung adalah seperti iklim yang berpengaruh terhadap jumlah, jenis, dan distribusi tumbuhan yang menutupi bentang alam. Pengaruh secara langsung adalah seperti jumlah dan jenis pengendapan, intensitasnya, hubungan antara pengendapan dan penguapan, rentang suhu harian, dan kecepatan dan arah angin.
10)
Geomorfologi tidak hanya
fokus terhadap bentang alam masa kini, tetapi juga masa lalu”. Geomorfologist
juga dapat menyusun sejarah tentang suatu bentang alam yakni dengan prinsip uniformitarianisme
2.Aspek-Aspek Geomorfologi
Aspek-aspek
geomorfologi menurut Karmono Mangunsukardjo (1983) di bagi menjadi empat bagian
,yaitu:
1.Aspek
Morfologi
Yaitu yang
meliputi:
a) Aspek
morfografi
aspek geomorfologi yang deskriptif pada suatu area (dataran,perbukitan,pegunungan)
aspek geomorfologi yang deskriptif pada suatu area (dataran,perbukitan,pegunungan)
b)
Aspek morfometri
aspek kuantitatif pada suatu area (kecuraman lereng,ketinggian,pembukaan,dan ketidakrataan dataran
aspek kuantitatif pada suatu area (kecuraman lereng,ketinggian,pembukaan,dan ketidakrataan dataran
2.Aspek
Morfogenesis
Asal mula bentuk
lahan dan perkembangannya dan proses-proses pembentukan dan sebab
terjadinya,meliputi:
a)Morfostruktur
pasif
-litologi(jenis
batuan dan struktur batuan )yang di hubungkan dengan proses denudasi,seperti
cuesta,hogback,dan dome.
Cuesta:punggungan
yang profilnya tidak semetri dan kemiringan lerengnya kurang dari 10 dan searah
kemiringan batuan.
b)Morfostruktur aktif
Dinamika proses endogen yang didalamnya termasuk proses vulkanisme,lipatan dan sesar tektonik,seperti gunung api,pegunungan antiklin dan gawir sesar
c)Morfodinamik
Dinamika proses
eksogen yang di hubungkan dengan pengaruh angina,air dan es dan material sisa
seperti gumus,teras sungai,punggungan pantai.
3.Morfokronologi
Penentuan umur
secara relative dan absolute pada berbagai macam bentuklahan dan proses-proses
yang berhubungan
4.Morfoasosiasi
Pengaturan
keruangan dan hubungan antar berbagai jenis bentuklahan dan proses-proses yang
berhubungan.
Demikianlah isi
dari Blog inii,,semoga bermanfaat untuk semua kalangan dan sekaligus menambah
wawasan kita lebih luas lagii.
Wassalamu’alaikum..
Wassalamu’alaikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar